Duhai, Adinda, secinta-cintanya aku padamu, Indonesia dan anak-anaknya lebih layak aku cintai sepenuh hati. Ikhlaskan…

- Bayu Anggara, 2013-

#sebuah perumpamaan bahwa pengabdian pada bangsa dan masa depannya (anak-anak) jauh harus diutamakan dibanding kecintaan pada orang-orang terdekat secara pribadi. :) sebuah refleksi…

Salah satu sifat rakyat Belanda yang terlihat pada saya adalah sifat demogogisch, ialah sifat berkilah, sifat suka mempertentangkan perkara kecil-kecil dengan melupakan pokok yang besar. Tiada heran kalau negara kecil berpenduduk kira-kira seperdua puluh dari Amerika dan berkeluasan sepertiga ratus tujuh puluh lima (1/375) dari Amerika mempunyai partai politik lima puluh dua buah (menurut berita seorang jurnalis Inggeris yang berada di Holland ketika diserang oleh Jerman (10-5-1940), jadi kira-kira 17 kali sebanyak partai yang ikut dalam pemilihan di Amerika. Menurut ukuran Belanda, Amerika itu mestinya mempunyai lebih kurang 1040 partai, baru ia bsia menyamai Belanda dalam hal percekcokan perkara tetek bengek (remeh-temeh).

- Madilog, Tan Malaka -

#Benar, sepertinya kuantitas dan kualitas partai di Indonesia sejalan dengan kondisi di Belanda yang hanya mempermasalahkan tetek bengek dan tidak substansi. Budaya korupsi pun sepertinya juga turunan Belanda…

wah menarik ini, bisa dibisnisin, hehe :D

(Source: pbsparents)

(Reblogged from choirunnisakfauziati)

Fakta menarik hancurnya WTC, bukan karena pesawat, tapi karena BOM!

Kami selalu percaya bahwa masa depan kota yang baik harus diperjuangkan. Itulah Mimpi kami, City Planner ;)

Kami selalu percaya bahwa masa depan kota yang baik harus diperjuangkan. Itulah Mimpi kami, City Planner ;)

(Source: dahlia7)

(Reblogged from thisbigcity)
SO FEAR NOT MANKID
BUT FEAR ME

SO FEAR NOT MANKID

BUT FEAR ME

(Source: islamsymphony)

(Reblogged from islamic-quotes)
Dalam dunia per-backpacker-an selalu beredar diskusi tak habis-habis tentang apakah kita ini sebenarnya turis atau traveler. Katanya, turis itu pasti menginap di hotel mahal sedangkan traveler di rumah penduduk lokal. Turis bawa koper, traveler bawa ransel. Turis naik pesawat, traveler jalan darat. Turis ikut tur terima jadi, traveler bertualang sendiri. Turis suka manja, traveler doyan cerita. Turis banyak duit, traveler pada pelit. Turis bawa buku panduan, traveler mengintil angin. Turis selalu bilang, I am traveler, si traveler bilang, Who cares? Turis adalah traveler amatir, traveler itu turis profesional. Turis selalu berdebat beda antara turis dan traveler, sementara si traveler cuma tertawa. Turis tak ingat tempat mana yang sudah dikunjungi, traveler malah tak tahu ke mana mau pergi.

Agustinus Wibowo dalam Titik Nol (via kuntawiaji)

Makin mantap mau nulis buku nih! :D

(Reblogged from kuntawiaji)

Saya mau promosi warung Lotek dan Tahu Ketupat favorit saya. Berlokasi di samping batas Kota Yogyakarta-Kabupaten Sleman, tepatnya di jalan Monjali/ AM Sangaji. Dari jembatan Teknik ambil kiri kalau dari arah UGM. Tempatnya kecil nyempil namun cukup ramai. Istimewanya adalah harganya cukup murah, seporsi lotek dan es teh hanya 5 ribu. Dapat kerupuk banyak banget. Satu lagi, tersedia koran Kedaulatan Rakyat yang senantiasa didiskusikan para pembeli hingga tukang becak yang mampir. Orang-orang tua itu sembari makan bicara tentang politik, korupsi, hingga sejarah Orde Baru. Luar biasa. Wawasan saya bertambah banyak jika nongkrong makan disana. Terakhir, ada hiburan full musik dari Ebiet G Ade yang terdengar dari HP kecil yang digantung dalam plastik.

#NikmatItuSederhana

Bayu Anggara, 2013

”KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA”


kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka,
kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir,
aku berpikir kau tuduh aku kafir
aku harus bagaimana?
kau bilang bergeraklah,
aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah,
aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana?
kau suruh aku memegang prinsip,
aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran,
aku toleran kau bilang aku plin-plan
aku harus bagaimana?
kau suruh aku maju,
aku mau maju kau srimpung kakiku
kau suruh aku bekerja,
aku bekerja kau ganggu aku

kau ini bagaimana?
kau suruh aku taqwa,
khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu,
langkahmu tak jelas arahnya
aku harus bagaimana?
aku kau suruh menghormati hukum,
kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin,
kau mencontohkannya yang lain

kau ini bagaimana?
kau bilang tuhan sangat dekat
kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
kau bilang kau suka damai,
kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana?
aku kau suruh membangun,
aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung,
aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana?
kau suruh aku menggarap sawah,
sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah,
aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
aku harus bagaimana?
aku kau larang berjudi,
permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggung jawab,
kau sendiri selalu berucap wallahu a’lam bishowab

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku jujur,
aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar,
aku sabar kau injak tengkukku
aku harus bagaimana?
aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku,
kau sudah kupilih kau bertindak semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku,
aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana?
kau bilang bicaralah,
aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan bicara,
aku bungkam kau tuduh aku apatis
aku harus bagaimana?
Kau bilang kritiklah,
aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya,
aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

kau ini bagaimana?
aku bilang terserah kau,
kau tidak mau
aku bilang terserah kita,
kau tidak suka
aku bilang terserah aku,
kau memakiku

Kau ini bagaimana..??
atau aku harus bagaimana..??

Gus Mus

fuckyeahmahasiswa:

Juara? Your whole life is a lie!

dari akhorr

Langsung desperate baca gambar ini. Jadi motivasi selama ini… Ah lupakan…

(Reblogged from fuckyeahmahasiswa)